Menginstal WordPress Pada Ubuntu Server 12.04

Membuat blog dengan WordPress di sebuah hosting server cukup mudah, pernah saya tuliskan di tulisan sebelumnya. Kemarin saya ingin mencoba memiliki WordPress server sendiri. Bukan seperti blog ini yang dipasang pada hosting server. Saya pilih untuk menginstal WordPress pada Ubuntu Server 12.04.

Untuk menginstal WordPress pada Ubuntu, saya perlu menginstal beberapa paket terlebih dahulu. Yang pertama saya perlukan adalah Apache web server & PHP5. Berikut perintah yang saya pakai untuk menginstal Apache & PHP5 :

ttirtawi@wp01:~$ sudo apt-get install apache2 php5 libapache2-mod-php5
ttirtawi@wp01:~$

Setelah Apache web server, saya perlu juga menginstal mysql-server sebagai database blognya nanti. Ini perintah yang saya pakai untuk menginstal MySQL Server :

ttirtawi@wp01:~$ sudo apt-get install mysql-server
ttirtawi@wp01:~$

Saat proses instalasi mysql-server, di bagian akhir akan muncul pertanyaan tentang siapa user yang akan menggunakan MySQL Server & apa passwordnya. Saya gunakan default-nya saja, root sebagai user-nya MySQL. Bila proses ini terlewati, Anda bisa melakukannya belakangan dengan menggunakan perintah berikut ini :

ttirtawi@wp01:~$ sudo dpkg-reconfigure mysql-server
ttirtawi@wp01:~$

Beberapa paket tambahan yang perlu diinstal juga adalah :

ttirtawi@wp01:~$ sudo apt-get install libapache2-mod-auth-mysql php5-mysql phpmyadmin
ttirtawi@wp01:~$

phpmyadmin adalah web interface untuk mengatur MySQL server.

Setelah semua paket terinstal, langkah berikutnya adalah membuat database yang akan digunakan oleh WordPress. Perintahnya seperti berikut ini :

ttirtawi@wp01:~$ mysql -u root -p
Enter password: 
Welcome to the MySQL monitor.  Commands end with ; or \g.
Your MySQL connection id is 41
Server version: 5.5.29-0ubuntu0.12.04.2 (Ubuntu)

Copyright (c) 2000, 2012, Oracle and/or its affiliates. All rights reserved.

Oracle is a registered trademark of Oracle Corporation and/or its
affiliates. Other names may be trademarks of their respective
owners.

Type 'help;' or '\h' for help. Type '\c' to clear the current input statement.

mysql> create database WORDPRESS
    -> ;
Query OK, 1 row affected (0.00 sec)

mysql> GRANT ALL PRIVILEGES ON WORDPRESS.* TO 
    -> 'wordpress'@'localhost' IDENTIFIED BY 'password';
Query OK, 0 rows affected (0.00 sec)

mysql> quit
Bye
ttirtawi@wp01:~$

Beberapa hal lain yang perlu diset adalah parameter ServerName pada file httpd.conf :

root@wp01:/etc/apache2/sites-available# cd /etc/apache2/
root@wp01:/etc/apache2# cat httpd.conf 
ServerName tedytirta.info
root@wp01:/etc/apache2# 
root@wp01:/etc/apache2# grep tedytirta /etc/hosts
192.168.10.15   wp01 tedytirta.info
root@wp01:/etc/apache2#

Setelah semua persiapan tadi saya perlu mengambil source WordPress dari http://wordpress.org/download/. Di dalam file wordpress-3.5.1.tar.gz ada direktori wordpress. Direktori inilah yang akan saya salin ke dalam direktory /var/www/

root@wp01:/var/www# wget http://wordpress.org/latest.tar.gz
--2013-03-18 18:06:32--  http://wordpress.org/latest.tar.gz
Resolving wordpress.org (wordpress.org)... 72.233.56.139, 72.233.56.138
Connecting to wordpress.org (wordpress.org)|72.233.56.139|:80... connected.
HTTP request sent, awaiting response... 200 OK
Length: unspecified [application/x-gzip]
Saving to: `latest.tar.gz'

    [                                                       <=>      ] 5,012,722    444K/s   in 13s     

2013-03-18 18:06:46 (383 KB/s) - `latest.tar.gz' saved [5012722]

root@wp01:/var/www#
root@wp01:/var/www# ls
latest.tar.gz
root@wp01:/var/www# tar zxf latest.tar.gz 
root@wp01:/var/www# ls
latest.tar.gz  wordpress
root@wp01:/var/www# mv wordpress/ blog
root@wp01:/var/www#

Berikutnya adalah masalah permission direktori blog tadi. Yang harus saya lakukan pertama kali adalah memastikan user saya sudah masuk dalam group www-data :

root@wp01:/var/www# cat /etc/group | grep www-data
www-data:x:33:ttirtawi
root@wp01:/var/www#

Lalu saya ganti permission direktori blog menjadi seperti ini :

root@wp01:/var/www# chown -R ttirtawi:www-data blog
root@wp01:/var/www# ls -tlr | grep blog
drwxr-xr-x 6 ttirtawi www-data    4096 Mar 18 04:26 blog
root@wp01:/var/www#

Setelah beres lalu saya bisa restart Apache web server-nya :

root@wp01:/etc/apache2# /etc/init.d/apache2 force-reload
 * Reloading web server config apache2                                                            [ OK ] 
root@wp01:/etc/apache2#

Langkah-langkah selanjutnya dilakukan di web browser. Saya akses http://192.168.10.15/blog seperti tampilan berikut ini :

create-wp01

Untuk memulai proses konfigurasi saya tinggal klik menu “Create a Configuration File”. Akan muncul tampilan berikut ini yang menjelaskan apa saja yang diperlukan untuk proses konfigurasi WordPress :

create-wp02

Klik menu “Let’s go!” untuk melanjutkan proses. Di halaman berikutnya ada form yang harus dilengkapi seperti berikut ini :

create-wp03

  • Database Name, saya pilih nama databasenya : wordpress.
  • User Name, saya isi root (sesuai dengan apa yang diset saat menginstal mysql-server.)
  • Password, isi password harus sama dengan apa yang diset ketika menginstal mysql-server.
  • Database Host, biarkan saja menggunakan default localhost
  • Table Prefix, biarkan saja menggunakan default wp_

Harusnya instaler ini akan menulis semua konfigurasi ke dalam file wp-config.php. Bila muncul peringatan seperti di bawah ini, berarti ada masalah permission pada direktorinya WordPress (pada contoh saya adalah /var/www/blog). Tidak menjadi masalah, saya bisa menyalin isi file-nya seperti yang ditampilkan di layar ke dalam file wp-config.php untuk kemudian memperbaiki permission-nya.

create-wp04

Untuk melanjutkan proses klik “Run the install”.

Langkah berikutnya adalah mengatur nama blog, username/password blog dan email seperti tampilan berikut ini :

create-wp06

Akhiri dengan mengklik “Install WordPress”. Bila proses instalasinya sukses akan muncul tampilan seperti ini :

create-wp07

Saya bisa akses Dashboard WordPress seperti ditunjukkan oleh 2 gambar berikut ini :

create-wp08

create-wp09

Masih banyak hal yang masih belum saya lakukan seperti bagaimana caranya mengatur supaya WordPress ini bisa diakses dari internet. Mungkin di tulisan-tulisan berikutnya.

Menyiapkan Windows 7 USB Bootable Di Macintosh

Beberapa hari lalu salah seorang rekan minta tolong saya untuk membantu menginstal Windows di laptopnya yang terkena virus. Sayangnya saya lupa di mana DCD installer Windows 7. Tapi untungnya saya masih menyimpan ISO file Windows 7. Saya putuskan untuk menggunakan USB sebagai media instalasi. Di Mac saya bisa membuat USB bootable untuk menginstal Windows 7 dengan menggunakan aplikasi BootCamp Assistant.

Untuk dapat menggunakan Boot Camp Assistant ini, kita perlu siapkan sebuah USB flashdisk berukuran paling tidak 4GB & juga file image Windows 7nya. Berikut contoh cara menggunakan BootCamp Assistant untuk menyiapkan USB Bootable Windows 7.

BootCamp Assistant dapat diakses dari folder Application atau dengan mengaksesnya lewat Spotlight seperti gambar di bawah ini :

usdboot-1

Berikut adalah contoh tampilan awal Boot Camp Assistant. Klik Continue untuk melanjutkan proses.

usdboot-2

Karena harddisk internal saya hanya punya sedikit ruang kosong, tadi sempat muncul peringatan seperti di bawah ini. Karena saya hanya perlu Boot Camp Assistant bukan untuk menginstal Windows ke dalam internal harddisk, maka saya bisa abaikan peringatan ini.

usdboot-3

Di halaman berikutnya hanya satu opsi yang diperlukan “Create a Windows 7 or later version install disk“. Opsi kedua untuk download Windows update tidak diperlukan, jadi bisa di-uncheck. Klik Continue untuk melanjutkan proses.

usdboot-4

Di halaman berikutnya Boot Camp Assistant akan meminta kita menentukan di mana kita menaruh ISO image Windows 7. Selain itu kita diminta juga untuk menentukan mana USB flashdisk yang akan dipakai sebagai media instalasi Windows.

usdboot-5

Boot Camp Assistant akan memberi peringatan bahwa semua data yang ada di dalam flashdisk akan dihapus.

usdboot-6

Saya tinggal klik Continue untuk melanjutkan proses. Boot Camp Assistant akan mulai mentransfer file-file instalasi Windows dari ISO image ke dalam USB flashdisk.

usdboot-7

Menjelang akhir proses transfer, saya diminta untuk memasukkan password Mac saya.

usdboot-8

Proses transfer Windows installer ini selesai dalam waktu lebih kurang 10 menit.

usdboot-9

Cukup simpel proses untuk membuat USB bootable ini. Setelah selesai saya bisa langsung pakai USB ini untuk menginstal Windows 7 ke dalam laptop teman saya tadi.

Nasi Ulam di Mandala

20130315-233839.jpg

Alternatif makanan baru di seputaran Tomang, nasi ulam. Saya kali ini baru tahu seperti apa yang namanya nasi ulam. Ternyata nasi putih biasa bertabur serundeng (parutan kelapa yang dibumbui dan digoreng). Dengan tambahan lauk seperti telur bulat, perkedel, dendeng sapi manis, sambal, mentimun, dan daun kemangi. Harganya Rp15000,-.

20130315-234025.jpg

Yang saya paling suka adalah dendeng manisnya. Ternyata ada mereknya juga Nasi Ulam & Mie Kangkung Ma’ Rempong. Sepertinya menarik, saya belum tahu seperti apa itu mie kangkung. Lokasi penjual nasi ulam ini di Jalan Mandala Utara, satu deret dengan STIE IBEK.

Souvenir USB Hub

20130314-211939.jpg

Souvenir dari workshop yang diadakan oleh satu perusahaan IT di Jakarta; USB hub. Alat ini berguna bila komputer atau laptop hanya punya sedikit port USB. Sayangnya USB hub semacam ini tidak bisa dipakai menyambungkan eksternal harddisk karena kekurangan catu daya listriknya. Untuk menyambungkan eksternal harddisk melalui USB hub,diperlukan hub yang dilengkapi dengan adaptor listrik sendiri.

Aneka gadget dan aksesoris komputer sederhana, dari mouse pad sampai USB flashdisk jadi andalan souvenir acara-acara yang berbau IT. Yang penting sablonan nama perusahaan tidak ketinggalan.

Habemus Papam

new-pope

Umat Katolik sedunia sekarang punya pemimpin baru, Paus Francis I. “Habemus Papam” dalam bahasa Latin artinya dalam bahasa Indonesia “kita punya Paus”. Kardinal Argentina Jorge Mario Bergoglio terpilih sebagai pemimpin tertinggi umat Katolik sedunia dalam konklaf 13 Maret 2013 kemarin. Konklaf maksudnya adalah rapat tertutup Kardinal seluruh dunia untuk memilih Paus. Seperti biasa seorang Kardinal yang terpilih akan memilih nama baru sebagai Paus, mantan Kardinal Argentina ini memilih nama Francis. Paus Francis menggantikan Paus Benedict XVI yang mengundurkan diri akhir Februari lalu. Paus Francis terpilih sebagai Paus ke 256 dalam sejarah Gereja Katolik.