Upgrade WordPress

Sejak blog ini dibuat Juli 2007 lalu, saya belum pernah upgrade WordPress engine-nya. WordPress saya masih menggunakan versi 2.2.1; sudah jauh tertinggal dari versi terbaru yang disediakan WordPress di blog gratis (seperti blog lama saya di wordpress.com). Beberapa kali ingin upgrade takut bermasalah. Tahun 2010 pun blog ini sangat jarang di-upgrade. Terlihat sekali perbedaan Dashboard blog saya ini dengan blog saya di wordpress.com. Di wordpress.com Dashboardnya sudah jauh lebih keren dengan banyak fitur baru.

Sampai tadi saya putuskan untuk upgrade WordPress engine blog ini. Googling sebentar mencari-cari cara untuk upgrade, saya temukan tulisan tentang plugin Automatic Upgrade. Luar biasa plugin ini, dari mulai backup data sampai upgrade tidak sampai 30 menit saya lakukan. Ngomong-ngomong saya masih kurang sreg dengan istilah “pemutakhiran” sebagai terjemahan kata “upgrade“. Saya lebih memilih menulis kata “upgrade” dengan huruf miring sebagai penanda kata dalam bahasa asing.

Hmm tahun 2011 mampukah saya giat menulis di blog ini lagi? 😕 Rasanya saya belum berani memilih hal ini jadi resolusi 2011. But lets see….

Mercu Suar Pulau Lengkuas

Akhir bulan September lalu saya punya kesempatan pergi ke Belitung bersama beberapa rekan pecinta fotografi. Belitung sudah terkenal keindahannya baik di kalangan wisatawan maupun di kalangan fotografi. Salah satu spot wajib yang indah untuk diabadikan dalam foto adalah mercu suar di pulau Lengkuas. Pulau Lengkuas mungkin salah satu pulau yang cukup besar di seputaran Belitung. Mercu suar ini peninggalan Belanda, meskipun sudah tua tapi mercu suar ini masih terlihat kokoh. Ada 18 lantai di dalam mercu suar & semuanya dihubungkan dengan tangga besi yang melingkar. Tidak hanya tangganya yang terbuat dari besi, lantai tiap lantai pun terbuat dari besi. Karat di sana-sini tidak menghilangkan kesan kokoh dari bangunan buatan Belanda ini.

Berikut foto menara mercu suar Lengkuas diambil dari dekat pantai. Dari kejauhan pun mercu suar ini dapat dinikmati kemegahannya :

Butuh ekstra energi bagi saya untuk mencapai lantai 18. Tapi lelahnya terbayar lunas dengan suguhan panorama pantai yang indah sekali. Di tiap lantai ada jendela-jendela yang menghadap ke 2 sisi pulau Lengkuas. Pemandangan dari jendela ini sudah sering saya liat diabadikan oleh para fotografer. Salah satunya seperti foto saya berikut ini :

Berikut adalah foto langit-langit di lantai 15, terlihat menarik karena terobosan sinar matahari masuk dari jendela :

Meskipun sudah uzur, mercu suar ini masih beroperasi malah sekarang sumber energinya sudah canggih. Sumber energi yang dipakai untuk menyalakan lampu mercu suar adalah sinar matahari. Beberapa solar panel dipasang di atap mercu suar, tepat di atas di lantai 18. Fotonya seperti berikut ini :

Energi sinar matahari diubah menjadi listrik oleh sebuah generator yang diletakkan di lantai 18. Generatornya sudah bekerja otomatis sehingga tidak lagi diperlukan orang untuk menyalakan atau mematikan lampu mercu suar. Lampunya sendiri seperti berikut ini :

Sudah sampai di puncak mercu suar rasanya rugi kalau tidak berfoto narsis 😀 Fotonya diambil oleh tour guide merangkap supir yang mengantar kami berkeliling Belitung.

Tambah Memori

Minggu lalu saya menambah kapasitas memori notebook Fujitsu Lifebook S6410 saya. Notebook kantor ini sebenarnya sudah dilengkapi dengan 1GB memori, tapi selalu terasa kurang…masih terasa lambat 😀 Jadilah Kamis minggu lalu saya pergi ke Mal Ambassador membeli memori notebook. Pagi harinya saya bongkar dulu tutup memori untuk memeriksa tipe memori yang terpasang di notebook ini. Sebenarnya tanpa melihat secara langsung, saya juga bisa memeriksa tipe memori yang terpasang lewat command line.

tedy@tedy-laptop:~$ sudo lshw -short | grep memory
/0/0 memory 128KiB BIOS
/0/4/8 memory 128KiB L1 cache
/0/4/9 memory 3MiB L2 cache
/0/f memory 2GiB System Memory
/0/f/0 memory 1GiB SODIMM DDR2 Synchronous 333 MHz (3.0 ns)
/0/f/1 memory 1GiB SODIMM DDR2 Synchronous 333 MHz (3.0 ns)
tedy@tedy-laptop:~$

Tapi saya masih kurang yakin dengan informasi tadi. Memori yang terpasang adalah keping DDR2 1GB PC5300 667MHz. Di salah satu toko di Mal Ambassador, 1 keping memori DDR2 1GB PC5300 merek VGen harganya Rp210.000,-. VGen berani memberi garansi seumur hidup (lifetime waranty). Berikut adalah foto-foto ilustrasi bagaimana cara memasang memori tambahan ke dalam sebuah notebook. Video bermacam cara memasang memori tersedia juga di YouTube. Prinsipnya sama untuk kebanyakan notebook yang ada di pasaran, yang membedakan mungkin hanya letak slot memorinya

  1. Slot memori ada di bagian bawah notebook. Rata-rata notebok yang dijual saat ini memiliki 2 slot memori, satu slot sudah terpakai dan 1 slot kosong untuk cadangan tambahan memori. Balik notebook Anda dan cari tutup persegi yang dipasang dengan sekrup. Untuk notebook yang masih bergaransi, biasanya salah satu sekrup diberi stiker oleh penjualnya sebagai bukti garansi. Cek dulu apakah garansi masih berlaku, sayang kan kalau garansi notebook Anda jadi hilang hanya karena ingin mencoba memasang memori sendiri.

  2. Sebelum membuka tutup slot memori, sangat disarankan untuk melepaskan batere notebook terlebih dahulu. Hmm melepaskan charger tentu harus sudah dilakukan terlebih dulu 😀 . Jangan nekat memasang notebook dengan charger terhubung ke listrik PLN. Langkah ini sebagai antisipasi terjadi konslet (short circuit). Di salah satu video cara memasang memori yang saya lihat di YouTube, bahkan disarankan untuk menekan tombol power setelah batere dilepaskan. Mungkin tujuannya untuk menghilangkan daya listrik yang masih ada dalam elemen-elemen kapasitif notebook. Juga disarankan untuk membuat tubuh Anda bebas listrik statis, misalnya dengan cara memegang gagang pintu yang terbuat dari logam.

  3. Untuk membuka sekrup penutup slot memori, saya menggunakan obeng plus yang sangat kecil. Karena sekrup-sekrup penutup tersebut sangat kecil hati-hati jangan sampai jatuh/hilang.

  4. Dua slot memori terletak saling menumpuk. Slot yang kosong berada di atas sehingga memudahkan kita untuk memasang memori baru. Pasangkan memori pada slot yang tersedia dengan mencocokkan slot dengan konektor memorinya. Konektor memori adalah bagian yang dilapisi kuningan yang akan masuk ke dalam slot. Kita tidak mungkin salah memasang memori (terbalik pemasangannya) karena konektornya sudah dirancang sedemikian rupa. Konektornya terbagi jadi 2 bagian (satu panjang dan satu pendek), begitu pula slotnya. Hanya dengan mencocokan konektor & slotnya kita bisa memasangkan memori ke dalam slot.

  5. Di kiri dan kanan slot ada 2 buah kunci yang bisa membuka ke kanan dan ke kiri (lihat gambar, pin putih di sisi kiri dan kanan memori adalah kuncinya). Saat memori ditekan, kedua kunci akan membuka ke kanan dan ke kiri. Kunci tersebut akan kembali lagi ke posisi semula setelah memori melewatinya.

    Tekan memori untuk memaksa memori masuk ke bawah kunci. Setelah konektor memori bisa masuk ke dalam slot, tekan kedua sisi memori untuk mengunci memori. Selesai sudah memori sudah terpasang & terkunci dengan baik.

  6. Pasang kembali tutup memori, kencangkan sekrupnya, pasang baterenya kembali.
  7. Nyalakan notebook untuk memeriksa apakah memori baru sudah terpasang. Dari BIOS saja sudah bisa terlihat memori baru sudah terpasang atau belum.

Waktu saya beli memori di Mal Ambassador, harganya sudah termasuk ongkos pasang. Dan foto-foto di atas hanya ilustrasi saja 😀 Memori yang ada di notebook saya ini dipasangkan oleh karyawan tokonya 😀 Saya hanya melakukan rekonstruksi untuk dapat menghasilkan foto-foto tadi. Hmm tapi setelah sesi foto-foto tadi, saya juga sempat memasangkan 1 memori yang sama di notebook teman saya yang kebetulan 1 tipe Fujitsu S6410. Sekarang semuanya terasa lebih cepat, menjalankan VirtualBox dalam Ubuntu juga lebih nyaman. VirtualBox dengan jatah 512MB sudah cukup untuk menjalankan Windows XP.

Oh ya tambahan saran, sebelum menambah memori sebaiknya Anda cari tahu dulu apakah notebook Anda memiliki kemampuan dual channel memori atau hanya single channel memori. Dengan teknologi dual channel, notebook hanya bisa optimal jika memiliki 2 keping memori berkapasitas sama besar. Misalnya memori yang terpasang sebesar 1GB, lalu ditambahkan 1 keping memori berukuran 2GB…maka kapasitas optimal yang dipakai hanyalah sebesar 2GB bukan 3GB. Lain ceritanya kalau notebook menggunakan teknologi single channel.

Pemadaman Listrik PLN & Layanan Tanpa Saingan

Pagi ini saya bangun tidur dan mendapati kamar gelap gulita. TV sudah mati dan AC tidak lagi mengeluarkan hawa dingin. Ada pemadaman listrik (a.k.a. mati lampu) lagi. Minggu ini setidaknya sudah 6 kali pemadaman listrik di wilayah Tomang. Hari Senin lalu (2 November 2009) listrik padam sejak pukul 11 malam. Untungnya saya sudah berangkat kerja malam dan tidak merasakan efeknya. Selasa 3 November 2009, listrik padam sejak pukul 14.00 sampe pukul 20.30. Betapa kesalnya saya, saya baru pulang kantor sekitar pukul 6 pagi dan ingin menghabiskan Selasa siang untuk tidur beristirahat tapi apa daya mati lampu mengganggu istirahat saya. Mana bisa menikmati tidur kalau kamar gelap, pengap dan gerah tanpa AC. Rabu 4 November listrik padam 2 kali di siang hari. Pertama sekitar pukul sebelas siang, kedua sekitar pukul 3 sore. Lagi-lagi saya dibuat kesal. Minggu ini saya beberapa kali kerja malam, efeknya saya baru pulang di pagi hari. Siang hari yang harusnya bisa dilewati dengan tidur nyenyak malah terganggu padamnya listrik. Kamis 5 November saya masuk kantor seperti biasa, tapi kabarnya di Tomang terjadi 2x lagi pemadaman listrik.

Efek monopoli suatu layanan, provider jadi tidak punya rasa takut kehilangan pelanggan. Coba saja kalau misalnya masyarakat diberi beberapa pilihan perusahaan listrik (tidak peduli swasta atau BUMN), tentu tiap provider akan berusaha maksimal memberikan layanan terbaiknya. Ambil contoh gampang masalah layanan telepon selular. Sekarang dengan adanya beberapa perusahaan penyedia layanan telepon selular, konsumen sudah pasti akan gampang berpindah layanan bilamana mendapati gangguan yang cukup berarti dari provider yang digunakannya. Contoh pasti, rekan saya menggunakan layanan Blackberry dari XL, menjelang lebaran kemarin ada ganggunan layanan Blackberry. Beberapa hari layanan Blackberry XL mati total. Tidak butuh pemikiran lama-lama, teman saya langsung mengganti layanan Blackberry-nya dengan Indosat Blackberry. Apa jadinya kalau misalnya hanya XL yang punya layanan Blackberry? Saya bisa jamin teman saya akan tetep bertahan menggunakan layanannya meskipun dengan ngomel-ngomel saat ada gangguan.

Contoh lain misalnya layanan internet Telkomsel Flash, ada cerita di internet tentang bagaimana Telkomsel mengubah kebijakan bandwidth pelanggan Telkomsel Flash. Saya lupa persisnya bagaimana, yang jelas beberapa kali saya membaca tulisan di blog tentang keluhan layanan Telkomsel Flash. Dengan adanya beberapa pilihan layanan internet HSDPA dari perusahaan telekomunikasi lain, konsumen dapat dipastikan pindah layanan. Selama pesaing punya layanan lebih baik mengapa harus bertahan dengan layanan yang pas-pasan. Apalagi jika konsumennya bukan individu perseorangan tapi misalnya sebuah institusi (katakan sebuah perusahaan). Konsumen kelas korporat tentu punya ekspektasi yang lebih tinggi. Misalnya sebuah perusahaan menggunakan layanan internet leased line dari sebuah ISP. Anda bisa bayangkan kalau layanan ini terganggu beberapa jam dalam sehari (di jam sibuk pula). Perusahaan bisa dengan mudah menutup kontraknya dan mencari alternatif ISP lainnya yang bisa menyediakan layanan leased line tanpa gangguan. Biasanya untuk kelas korporat, sudah ada SLA (service level agreement) yang jelas. Di dalam SLA disebutkan layanan yang dijamin oleh provider komplet dengan penalti yang akan dikenakan kalau provider gagal menyediakan layanan tersebut.

Bukan untuk mendeskriditkan institusi manapun, tapi sekadar contoh bahwa layanan jasa dengan banyak provider membuat konsumen mudah mengganti layanannya bila kepuasannya terganggu. Ada bagusnya persaingan dalam dunia layanan jasa macam itu, provider jadi lebih terpacu untuk memberikan layanan terbaiknya. Mau tidak mau, suka tidak suka, provider akan berusaha semaksimal mungkin memikirkan layanannya; pilihannya jelas : layanan terbaik atau kehilangan konsumen. Semua mengacu pada yang namanya kepuasan pelanggan. Ambil contoh jelas, Pertamina. Saya sudah lihat bagaimana Pertamina bebenah, meningkatkan mutu layanannya. Kapan terjadinya? Setelah beberapa perusahaan asing masuk dan menggelar layanan SPBU di Indonesia (Jakarta pada awalnya). Ada Shell, ada Petronas yang membuka SPBU di beberapa titik di Jakarta. Pertamina berbenah, mengeluarkan slogan baru Pasti Pas. Dulu rasanya cuma Shell yang karyawannya menyapa dengan ramah tiap pengisi bahan bakar yang mampir ke SPBU. Menyapa dengan ramah, menunjukkan angka meter mulai dari angka 0, memberikan layanan cuci kaca mobil. Sudah makin jelas kan, saat operator lain memberikan layanan lebih baik, saatnya konsumen bisa berpaling. Harga lebih mahal mungkin sudah bukan pertimbangan lagi kalau sudah bicara kepuasan pelanggan.

Ok balik lagi ke cerita soal mati lampu. Masyarakat tidak punya pilihan, PLN satu-satunya penyedia layanan listrik untuk umum di Indonesia. Alternatifnya silakan sediakan sumber energi swadaya, beli genset misalnya. Tidak ada layanan yang bisa dijadikan pembanding, tidak ada operator lain yang bisa dilirik. Jadi sejauh ini masyarakat (seperti saya) cuma bisa mengeluh dan menerima keadaan…menunggu sampai listrik hidup kembali. Saya baru tahu sekarang bagaimana tidak enaknya daerah-daerah yang mengalami pemadaman listrik rutin. Konon kabarnya di beberapa daerah seperti Medan, Manado, Kalimantan, Pekanbaru, pemadaman listrik menjadi sesuatu yang rutin. Mungkin sampai mereka lupa untuk komplain karena menganggap itu menjadi hal yang lumrah. Di Kalimantan katanya listrik bisa padam belasan jam sehari. Seperti balik lagi ke masa lalu kalau begitu ceritanya. Saya juga baca berita beberapa waktu lalu Bali kekurangan pasokan energi listrik, pemadaman listrik hampir menjangkau seluruh bali. Ironis, Jakarta sebagai pusat pemerintahan, kota di mana katanya semua ada, kota yang digelari kota metropolitan, di sini masih ada yang namanya pemadaman listrik.

Bulan lalu kalau tidak salah gardu PLN di Kembangan mengalami gangguan, disusul garu PLN di Cawang yang terbakar. Saya masih ingat sepanjang jalan Rasuna Said banyak sekali lampu jalan yang mati. Sampai PLN mengeluarkan kebijakan pemadaman listrik bergilir, lihat saja dulu jadwalnya dipasang di website-nya PLN (http://www.plnjaya.co.id/). Tiap daerah kena getahnya, paling tidak 5 jam sehari tidak ada pasokan listrik. Apa yang bisa dilakukan PLN selain minta maaf? Sampai sekarang masih ada jadwal pemadaman listrik begilir, tapi kali ini tidak ada informasi yang jelas di websitenya PLN tentang daerah mana yang bakal kena giliran. Minggu ini gantian pembangkit listrik di Muara Karang yang kena gangguan.

Ada fenomena lain yang saya perhatikan, masyarakat mungkin lebih senang membahas sesuatu yang lebih heboh. Kasus Bibit-Chandra lebih meledak popularitasnya daripada urusan sepele mati lampu. Sudah beberapa hari ini, tiap kali membuka Detik.com yang banyak adalah berita kasus KPK itu. Sampai ada yang membuat grup di Facebook untuk menunjukkan dukungan pada kasus ini. Katanya sudah hampir menembus angka 1 juta pengguna Facebook yang tergabung dalam grup tersebut. Hah? Apa itu bisa dijadikan acuan pasti? Saya berani jamin tidak semua orang yang join itu tahu pasti dan mengerti duduk persoalannya. Saya termasuk orang yang mengabaikan tawaran untuk bergabung dengan grup itu. Bukan karena saya tidak mendukung aksi berantas korupsi, tapi karena saya rasa bukan porsi saya untuk ikut-ikutan.

Ya mungkin karena saya termasuk orang yang egosi, tidak care terhadap sekitar. Mbok ya kalau mau diributin, ributkan lah layanan PLN yang makin ga jelas ini. Lebih nyata efeknya. Detik.com misalnya lebih senang menampilkan berita tentang kasus Bibit-Chandra daripada pemadaman listrik yang melanda sebagian kawasan Jakarta. Hmm ya Anda bisa mengabaikan opini saya ini dan berkata ya itu karena kamu kena giliran mati lampu jadi bisa mikir seperti itu. Tapi poinnya bukan di situ, poinnya adalah lebih baik meribukan sesuatu yang jelas hasilnya dan dapat dinikmati secara langsung oleh masyrakat. Misalnya bikin grup menggugat PLN, menyerukan ganti dewan direksi PLN kalau layanannya tidak bisa diperbaiki secara cepat. Ah tapi bisa jadi karena pemadaman listrik sudah terlalu sering terjadi, sampai-sampai orang menganggapnya hal yang lumrah dan tidak perlu diributkan 🙁 Tapi apa daya, siapa orang yang mau mendengar opini saya.

Halo PLN….sampai kapan mati lampu terus berlangsung???

**Batere notebook sudah menipis, harus segera menuntaskan postingan ini sebelum keburu mati. Untung ada modem HSDPA kantor yang saya bawa pulang jadi masih bisa ngeblog di tengah panas dan gelapnya ruangan ini**

Update : tepat pukul 17:30 listrik mengalir kembali. Jadi hari ini listrik padam selama 8 jam 15 menit…what a bad day X-(
Tambahan ilustrasi foto, dijepret Februari tahun lalu saat melintasi PLN Gandul. Ternyata saya pernah juga posting gambar PLN Gandul tahun lalu di sini.

Update Nov 9, 2009 : pagi-pagi listrik sudah padam lagi sejak pukul 06.30 🙁 Gosipnya pemadaman hari ini akan berlangsung sampai sore hari.

Ternyata pemberitahuan tentang pemadaman listrik ada di webnya PLN  :

http://www.plnjaya.co.id/pemadaman/info_padam.asp?idM=33&idSM=4&whichpage=1

Berikut cuplikannya untuk jadwal pemadaman pagi tadi :

Senin, 9 November 2009
(08.00-12.00 WIB) Hero Supermarket Pondok Bambu, Pisangan Timur, Jl. A Yani Duren Sawit Sawah Barat, Cilungup, Jl Radin Inten dan sekitarnya Jl. Nambru Raya, Jl. Kb. Kelapa, Cipinang & sebagian Rw.mangun Jl. Cipinang Elok, Cipinang Jaya, Jl.DI Panjaitan, Samsat Jakarta Timur dsk. Arion Plaza, Jl. Lodan, Jl. Pemuda, Terminal Rawamangun dsk Jl. Cipinang Kebembem, Perum Bangun Cipta, Komplek PLN Klender. Jl. Raya Bypass, Rawamangun, Kayu Manis dan sekitarnya. Jl. Duren Sawit, Pondok Bambu,Kp Pertanian Timur. Perusahaan Daerah Air Minum Pulogadung Jl. Cipinang, Komplek Cipinang Elok, Cipinang Muara, Cip.Indah. Jl. Matraman Raya, Lapangan Jend. Urip Jatinegara, Pisangan Baru dsk. PT IGI Jl. Raya Bekasi Pulogadung. PT Wahana Garuda Lestari Pulo Gadung Jl. Raya Bekasi, Tipar Cakung dan sekitarnya. PT Logam Brasindo Jl. Pegangsaan raya

Daerah Tomang tidak ada dalam daftar lokasi yang dapat giliran pemadaman listrik, tapi tetap saja kena giliran pemadaman listrik. Apa gunanya mempublikasikan jadwal kalau tidak untuk ditepati?