Ah siang ini saya terpaksa “berolahraga” lari-lari turun tangga darurat karena gempa. Sekitar pukul 3 sore ruangan kantor saya bergoyang cukup keras. Suara berderit terdengar, entah dari tembok atau dari jendela. Refleks semua orang di kantor bangun dan berlari keluar kantor. Kantor saya di lantai 8 dan akibatnya cukup melelahkan menuruni 8 lantai lewat tangga darurat. Bukan hanya melelahkan tapi juga pusing rasanya. Kabarnya pusat gempa di dekat Tasikmalaya dengan kekuatan 7.3 skala Richter. Sepanjang Mega Kuningan orang-orang berkerumun di tepi jalan, banyak gedung perkantoran.
Category Archives: Uncategorized
Don’t Disturb My Sleep
I really hate when something disturb my sleep. Like this morning, I just woke with bad mood because my neighbour play the damn Diana Krall’s music so loud. I like jazz music, but it was so irrittatting to hear it in the sleeping time. Especially I just go to bed this morning around 5 am. Stupid Diana Krall … I really really hate any disturbance to my sleeping time. Not only loud music like this morning, any noisy thing in the morning could make me awake….yeah maybe I’m to selfish but I don’t want my sleep terminate because things like people making conversation in front of my room with damn loud voice, or the crazy maid sings dangdut in the morning, or somebody turn the TV on with loud volume. Maybe I must put the large sign at my doorabout : KEEP IT SILENT, STUPID!!!
Ledakan di Ritz Carlton
Beberapa saat setelah bangun tidur tadi sekitar jam 8, saya terima SMS dari bos saya :
It looks like there was a bomb very close to the office. Better everybody works from home today for the one who can.
Langsung saya nyalakan TV dan mencari Metro TV. Saat itu Metro TV masih menyiarkan Headline News, tidak lama kemudian ada Breaking News yang memberitakan ledakan di hotel Ritz Carton. Halah halah….bom lagi? 🙁
Di samping ini foto yang saya terima dari rekan saya Deny yang berada di dekat lokasi kejadian. Kantor saya di Plasa Mutiara letaknya persis di depan hotel Ritz Carlton. Deny tadi pagi sudah datang di kantor saat kejadian…hmm karyawan yang rajin padahal jam kantor baru mulai jam 9 pagi 😀 Deny yang segera keluar kantor, kasihan juga dia karena tidak bisa pulang. Motornya diparkir di parkiran gedung dan parkiran gedung adalah salah satu titik yang mengalami ledakan. Katanya tidak ada orang yang diperbolehkan mendekat. Foto di atas adalah foto gedung Ritz Carlton (halaman depan restoran Airlangga). Terlihat kaca-kaca sudah pecah berantakan.
Dari laporan pandangan mata Deny, katanya ada 2 titik terjadinya ledakan dan mengalami kerusakan parah. Satu di hotel Ritz Carton (di lokasi restoran Airlangga), dan satu lagi di hotel JW Marriot (sebelah gedung kantor saya). Belum jelas apa penyebab ledakan ini. Semua rekan kantor saya diminta tidak datang ke kantor. Hanya Deny yang masih berada di dekat lokasi karena tidak bisa pulang 🙁 Naik taksi aja deh Mas Deny….
Soal Potong Rambut
Foto ini diambil tadi siang oleh rekan kantor saya, Bu Timmie. Ceritanya hari ini saya bawa kamera DSLR ke kantor karena permintaan manajer saya, Bu Titi. Beliau punya ide untuk memotret semua karyawan Eservglobal untuk dijadikan album foto. Album foto itu nantinya akan dijadikan hadiah kenang-kenangan untuk Laurence, salah satu karyawan Eservglobal yang kena perampingan karyawan, bahasa halus untuk PHK (lah kalau PHK itu bahasa halus untuk apa?). Sayang tidak semua karyawan datang ke kantor, sebagian pergi ke customer sementara yang lain sedang cuti. Jepret sana jepret sini, tapi tidak ada yang memotret saya 🙁 Bu Timmie berbaik hati memotretkan.
Karena saya upload di Flickr, Jennifer teman saya berkomentar tentang foto ini. katanya sudah saatnya saya potong rambut. Ah iya rupanya cukup banyak orang yang memperhatikan kalau rambut saya sudah mulai gondrong. Pulang ke Cirebon akhir pekan lalu pun tidak sedikit orang yang berkomentar soal rambut saya, kenapa belum potong rambut. Terakhir saya potong rambut 2 November 2008 lalu, lebih dari 8 bulan lalu. Kok ingat? Soalnya saya masih simpan fotonya, terdokumentasi dengan baik kapan saya potong rambut di 2008 🙂 Tahun lalu saya beberapa kali potong rambut sampai botak. Tidak sampai botak licin, tapi cukup “memalukan”, tapi saya pede aja tuh botak juga. Keliling Indonesia juga berbotak ria. Foto ini misalnya, masih botak dipotret di Surabaya Mei tahun lalu. Tahun 2009 ini saya malah belum pernah potong rambut. Alasannya simpel….malas pergi potong rambut. Bukan pergi ke Jhonny Andrean atau Joni Danuarta sih, cuma pergi ke tukang pangkas rambut di Pasar Timbul (beberapa ratus meter dari kos saya). Murah meriah Rp8000,- daripada ke Jhonny Andrean harus bayar Rp50.000,- :-p
Beberapa hari lalu saya jadi iseng berpikir bagaimana jadinya kalau 2009 ini saya tidak potong rambut sama sekali. Seumur-umur saya belum pernah memanjangkan rambut. Pasti ada saja yang menegur, entah guru di sekolah atau orang tua di rumah. Di kantor saya sepertinya tidak ada larangan memanjangkan rambut. Mungkin ada tapi sebatas etika sopan santun dan kepantasan. Eh tapi apakah berambut gondrong itu sama dengan tidak sopan? Ah tapi rasanya saya masih rapih…masih rajin pula menyisir rambut, meskipun ketombe masih di mana-mana =)) Let’s see…akankah saya bertahan tidak potong rambut sampai 31 Desember 2009 nanti.
Soal Potong Kuku
Dari kecil salah satu hal yang saya benci adalah soal potong kuku. Rasanya malas sekali potong kuku. Setelah potong kuku, ujung jari terasa tidak enak…gatal dan sedikit perih. Mungkin cara potong kuku yang salah, pokoknya dulu saya malas sekali potong kuku. Katanya guru-guru sekolah sering memeriksa kuku, tapi jaman saya sekolah dulu tidak ada pemeriksaan kuku loh. Entah sekarang bagaimana, apakah masih ada budaya memeriksa kuku oleh ibu guru di sekolah dasar. Jadi dulu saya potong kuku kalau orang tua saya sudah ribut soal kuku yang panjang dan kotor.
Sekarang saya punya “alarm” sendiri tentang kapan harus potong kuku. Kalau kuku saya sudah mulai memanjang, kegiatan mengetik di keyboard jadi terganggu. Saat itulah saya harus segera potong kuku. Kecepatan mengetik jadi terganggu kalau kuku mulai panjang. Ada kalanya kuku yang panjang nyangkut di sela tombol-tombol keyboard. Kecepatan mengetik jelas menurun karena yang sering menyentuh tombol keyboard bukan ujung jari melainkan ujung kuku. Ah sudah saatnya potong kuku kalau sudah begitu. Apalagi kalau mengetik di keyboard-nya Lenovo Ideapad yang kecil itu. Rasanya enak sekali mengetik di keyboard setelah potong kuku 😀 Biarpun sedikit sakit setelah potong kuku, tapi namanya kebutuhan ya mau gimana lagi. Hal yang sama seperti ini kemungkinan besar juga dialami oleh pemain gitar. Cuma mungkin pemain gitar hanya kuku-kuku di salah satu tangannya saja yang bisa jadi alarm. Alangkah susahnya bermain gitar dengan kuku panjang, pasti sulit menekan string dengan kuku panjang.
Mungkin kegiatan potong kuku ini memang butuh treatment khusus. Sampai-sampai ada perawatan manicure padicure. Sering dengar istilah ini tapi saya baru tahu (baru saja setelah buka Wikipedia :-p ) bedanya manicure dan pedicure. Di Wikipedia dijelaskan kalau manicure adalah kegiatan kosmetik untuk perawatan tangan dan kuku. Sementara pedicure adalah perawatan semacam manicure hanya saja objeknya adalah kaki dan kuku-kuku kaki. Keduanya sama-sama berasal dari bahasa Latin. Manicure berasal dari kata manus (yang artinya tangan) dan cura (yang artinya perawatan). Pedicure berasal dari kata pedis (kaki) dan cura. Entah apakah perawatan semacam ini hanya untuk wanita saja. Ada gak ya laki-laki yang pergi mencari perawatan manicure/padicure di salon? ;)) Kalau saya sih yang penting dapat gunting kuku habis perkara :D.