SMS Iklan

Belakangan saya sering sekali menerima pesan singkat dari Telkomsel tentang penawaran Iphone (produknya Apple). Hampir setiap hari ada saja SMS iklan ini. Mungkin Telkomsel sedang gencar-gencarnya memasarkan Iphone. Apa saya dianggap potential buyer oleh Telkomsel, sampai-sampai saya dikirimi SMS ini terus menerus. Kalau saya pikir-pikir ngeledek juga kalau terus menerus terima penawaran Iphone ini. Gaji cukup makan di Warteg saja kok ditawari beli Iphone sekian juta rupiah….ngeledek kan namanya [-(  Tidak masalah tapi cukup menyebalkan. Orang bule bilang “annoying“. Apalagi saat mood sedang jelek seperti sore ini.

Sebenarnya sudah dari minggu lalu saya merasa cukup terganggu dengan SMS ini. Tadi baru saja saya terima lagi SMS yang sama seperti yang ada di foto ini. Langsung saya telepon 111 customer service-nya Telkomsel. Saya komplain tentang SMS tersebut. Saya minta diblok saja SMS iklan semacam itu. Saya disuruh menunggu sekitar 4 menit setelah saya ceritakan komplain saya itu. Entah apa yang dilakukan si Mbak customer service itu. Mungkin dia menanyakan prosedur untuk melayani laporan pelanggan ini. Saya tidak tahu apa banyak juga di antara Anda yang kesal tiap kali menerima SMS iklan semacam itu. Setelah disuruh menunggu lama akhirnya si Mbak terdengar lagi suaranya, katanya laporan saya akan diproses 3×24 jam di hari kerja. Si Mbak lalu bilang dengan permintaan seperti ini saya tidak akan dikirimi lagi SMS pemberitahuan tentang even-evennya Telkomsel. Langsung saya jawab : “ya tidak apa, lama-lama nyebelin juga terima SMS macam itu”.

Ada lagi yang serupa, beberapa minggu belakangan saya sering menerima SMS promo dari QBilliard. Yang diskon sekian persen atau pemberitahuan tentang even apalah. QBilliard adalah salah satu tempat biliar (yang muahal) yang ada di EX Plasa Indonesia dan di Senayan City. Tapi kalau yang ini saya sendiri tidak bisa komplain. Ini salah saya sendiri karena memberikan nomor telepon saya pada QBilliard saat main di QBilliard Senayan City tahun lalu. Ceritanya mereka mungkin ingin menjalin keakraban dengan pelanggannya, menanyakan & mencatat nama serta nomor telepon saya. Yah apa boleh buat, terima saja lah iklan-iklan yang dikirimkan itu. Sepertinya masih ada lagi SMS iklan yang pernah mampir ke ponsel saya. Tapi saya lupa siapa pengirimnya, yang saya ingat iklan tentang nonton bareng F1. Seingat saya pula kartu Halo itu jarang ada SMS macam itu, entah mengapa belakangan jadi muncul SMS seperti itu. Kalau kartu prabayar seperti Flexi saya itu masih saya maklumi. Yah namanya juga kartu pra bayar. Telkom Flexi juga sering sekali mengirimkan SMS iklan. Yang sering saya terima adalah SMS tentang undian. Biasanya SMSnya diawali dengan kata-kata “Dapatkan Innova, Yamaha Mio…bla..bla..bla…segera ketik REG…kirim ke…” Gubrak….ternyata ajakan ikut undian.

Dari sisi hubungan customer dan provider, mungkin salah satu cara menjaga hubungan adalah dengan cara memberitakan even semacam itu. Tapi bagaimana ceritanya kalau yang menerima SMS adalah orang seperti saya? Saat sibuk-sibuknya kerja ada SMS masuk, saya pikir SMS penting…eh ternyata cuma iklan (ah tapi masa iya ada orang sibuk sampai baca SMS saja tidak sempat :-p ). Apalagi yang menyebalkan saat tidur ada SMS masuk, begitu dibaca hanya iklan X-( Teman saya sempat menyarankan matikan saja henpon-mu kalau tidak mau tidurnya terganggu. Tapi saya kok tidak “tega” mematikan ponsel saat ingin tidur. Ponsel menurut saya memang perangkat yang handal, buktinya dari sejak dibeli jarang sekali saya matikan. Kalau dihitung-hitung ponsel saya itu saya matikan kalau naik pesawat saja (dan kalau di tengah jalan kehabisan batere). Nah loh kok jadi ngomongin handphone?? :-/

Hari Yang Melelahkan

Saya baru pulang ke kos setelah seharian menemani rekan saya pergi ke Tamah Wisata Mekarsari. Ceritanya saya diminta memotret acara wisata karyawan kantor rekan saya itu. Sebagai pehobi foto yang kekurangan model dan objek foto :-p tentu saya setuju saja dengan ajakan itu. Tapi ternyata Rabu malam saya tidak bisa cepat pulang dari kantor.

Rabu malam kemarin, saya masih berkutat dengan software upgrade di mesin-mesin IN milik XL. Sekitar jam setengah 2 pagi tadi saya baru meninggalkan Graha XL Mega Kuningan. Mata sudah ngantuk. Sampai di kos sekitar pukul 2 pagi. Sampai di rumah saya masih harus membalas beberapa email yang masuk. Sialnya setelah saya rileks mencoba memejamkan mata, saya malah tidak bisa tidur. Saya baru mulai ngantuk saat adzan subuh. Gila, jam hampir setengah 5. Jam 7 pagi saya sudah dibangunkan lewat 9 misscall yang luput tidak terdengar, baru call ke 10 yang bisa membangunkan saya :D. Masih sempat ngopi-ngopi dulu mengumpulkan nyawa yang belum terkumpul semua. Jam 8 lebih saya sudah dijemput. Menuju ke Mekarsari, saya sempat mampir ke Alfamart membeli Kratingdaeng untuk sedikit memompa “kesadaran” & semangat saya.

Kami pulang meninggalkan Taman Wisata Mekarsari sekitar pukul setengah 4 sore. Mendung tebal di sana, beberapa ratus meter meninggalkan lokasi hujan deras turun. Efeknya bisa ditebak, macet luar biasa. Gila…macet panjang sepanjang jalan menuju gerbang tol Cibubur. Begitu halnya di jalan tol, padat merayap hampir ngesot :(( . Foto-fotonya belum sempat saya pindahkan ke notebook saat saya mengetik postingan ini. Cerita soal acara foto-foto di Mekarsari mungkin saya tulis nanti-nanti saja.

Pulang sampai di kos tiba-tiba niat posting muncul, ya sudah lah ketik dulu….sudah beberapa minggu belakangan saya jarang meng-update blog. Mumpung ada niat saya segera ketik. Badan saya mulai terasa pegal; efek kurang tidur dan seharian berjalan-jalan.

Kalau meminjam istilah teman kantor saya yang bule : “what a day???” Hari yang melelahkan.

Tips Membeli Notebook

Tidak sedikit orang bertanya pada saya saat mereka ingin memilih notebook, hal yang umum ditanya adalah prosesor seperti apa yang bagus….mana yang lebih bagus Core 2 Duo atau Dual Core, bagus mana Toshiba atau Acer, dan aneka pertanyaan sejenis. Jawaban saya biasanya saya kembalikan pertanyaan pada mereka. Berapa budget mereka, untuk apa tujuan mereka membeli notebook. Jika membeli notebook hanya untuk aplikasi kantor (mengetik di Word, mengolah data di Excel, melakukan presentasi), kencangnya prosesor tidak perlu dijadikan pertimbangan utama. Lain ceritanya kalau Anda membeli notebook untuk dipakai bermain game.

Sekarang saja saya bingung dengan bermacam-macam tipe prosesor. Ambil contoh, Intel Core 2 Duo saja punya banyak varian & tiap varian berbeda-beda kecepatan prosesornya. Percayalah, Anda tidak akan terlalu merasa bedanya menggunakan prosesor Dual Core dengan speed 1.6GHz, 2.0GHz, atau 2,4GHz sekalipun. Lain halnya dengan memori, besar kecilnya memori yang terpasang sangat terasa efeknya. Tidak peduli berapapun kecepatan prosesor yang ada, Anda pasti LEBIH BISA merasakan perbedaan performa kerja notebook dengan memori 512MB dengan notebook bermemori 1GB. Dari pengalaman saya, lebih baik menambah kapasitas memori daripada meng-upgrade prosesor dengan speed yang lebih tinggi.

Tidak semua orang akrab dengan dunia IT/komputer, jadi tulisan ini lebih ditujukan bagi orang awam yang tidak terlalu familiar dengan dunia komputer. Bukan mau menggurui tapi sekadar berbagi pengalaman. Biasanya kalau saya ditanya notebook apa yang bagus, saya akan menyarankan tentukan dulu apa prioritas yang jadi pertimbangan. Apakah Anda mencari notebook dengan spesifikasi khusus atau mencari notebook dengan harga tertentu. Jika pertimbangan Anda adalah spesifikasi (asumsi harga tidak terlalu menjadi masalah), tentu hal ini tidak terlalu menjadi masalah. Pilih saja notebook merek terkenal (seperti Fujitsu atau Sony) yang harganya di atas 16juta, pasti bagus. Tapi jika Anda hanya mempertimbangkan harga, saran saya adalah tentukan dulu berapa besar budget yang ingin dianggarkan untuk membeli notebook. Dengan batasan anggaran, setidaknya kita mempersempit pilihan yang ada. Terlalu banyak spesifikasi dan fitur-fitur yang ditawarkan produsen notebook saat ini. Mengikuti teknologi tidak akan ada habisnya. Nambah 1 juta Anda sudah dapat ini itu, nambah 2 juta Anda dapat yang punya fitur ini itu, terus menerus seperti itu. Jadi paling bijaksana, tentukan titik teratas anggaran belanja notebook Anda, baru kita pertimbangkan hal teknis dan lainnya.

Setelah tahu seberapa besar anggaran Anda untuk notebook, baru kita mencari kandidat-kandidat notebook yang harganya masuk dalam anggaran Anda. Website toko komputer seperti Bhinneka.com selalu jadi acuan saya untuk membandingkan merek, fitur, & harga notebook. Dari sekian banyak pilihan merek dan tipe notebook yang ditawarkan, kita bisa mengklasifikasikannya sesuai dengan anggaran. Berikutnya adalah masalah spesifikasi. Menurut saya setidaknya Anda perlu tahu tentang spesifikasi berikut ini, sekali lagi batasan-batasan ini sifatnya fleksibel tergantung kebutuhan Anda sendiri :

  • Memori : saran saya belilah notebook dengan memori sedikitnya 1GB
  • Harddisk : saat ini rata-rata notebook sudah dilengkapi dengan harddisk berukuran minimum 120GB.
  • Koneksi wireless : koneksi wireless yang wajib ada adalah WiFi. Infrared atau Bluetooth sifatnya opsional saja.
  • Kenyamanan touchpad & keyboard : ini tidak teknis tapi penting jadi pertimbangan. Ada baiknya Anda mecoba dulu notebook yang Anda ingin beli supaya tahu nyaman tidaknya saat dipakai mengetik.
  • Ukuran layar : kalau Anda ingin menggunakan notebook untuk mengolah data di spreadsheet (Excel) maka layar 13″ ke atas lah yang harus Anda pilih. Kalau pertimbangan mobilitas (enteng dibawa-bawa) tentu jangan beli notebook berukuran lebih dari 14″.
  • Hal lain yang perlu dipertanyakan adalah masalah garansi & kemudahan layanan purna jualnya.

Saya pribadi termasuk orang yang agak sedikit fanatik terhadap merek. Biasanya kalau ditanya orang, saya selalu merekomendasi notebook-notebook yang sudah terbukti kualitasnya dan jarang punya masalah…sebut saja merek Fujitsu atau Lenovo. Merek abal-abal tidak pernah saya sebut. Ya kurang lebihnya seperti itu tips memilih notebook versi bodoh-bodohan dari saya 😀

Yellow Duck

Kemarin mampir sebentar di rumah rekan saya Sandi, di halaman rumahnya ada mainan bebek ditaruh di atas jemuran baju. Sepertinya milik keponakannya Sandi. Ada 4 bebek di atas jemuran. Karena saya ke sana sambil membawa DSLR, langsung saya jepret bebek kuning itu. Bebeknya mengingatkan saya pada Mr Bean. Di film Mr Bean versi layar lebar, bebek ini jadi mainan Mr Bean saat dia mandi =)) Ya sepertinya memang bebek ini dirancang sebagai mainan anak-anak saat mandi (atau dimandikan) di dalam bak mandi. Bentuk & warnanya lucu ya…

Naik Taksi Termahal

Selama di Jakarta baru Jumat malam kemarin saya bayar ongkos taksi termahal. Saya naik Bluebird dari depan JW Marriot sekitar pukul 18.05. Dari Mega Kuningan rute menuju Tomang adalah lewat Casablanca lalu lurus terus melewati Tanah Abang. Jumat malam kemarin, perjalanan dari Mega Kuningan sampai fly-over Casablanca saya tempuh dalam waktu 1 jam. Macet di sepanjang Casablanca sampai tepat di samping Le Meridien. Dari sejak naik sampai ke Casablanca saya sudah terlelap beberapa kali, kebiasaan tidur di taksi :-p . Di atas fly-over Casablanca, saya lirik argo taksi sebentar ternyata sudah Rp41.000,-

Gila 😮 untuk jarak sedekat itu (dekat untuk ukuran Jakarta) saya membayar ongkos taksi sama besarnya dengan ongkos taksi biasanya dari rumah ke kantor. Kalau saya pulang dari kantor ke rumah biasanya argo taksi menujukkan angka sekitar Rp36.000,- (jarak tempuh sekitar 8 km). Sekarang untuk jarak sekitar 2 km, saya sudah harus membayar empat puluh ribuan. Kalau dihitung dengan acuan kilometer, perjalanan pulang kantor tadi bisa jadi pengalaman naik taksi termahal selama saya tinggal di Jakarta….ah benar-benar macet yang terkutuk. Untungnya sisa perjalanan melewati Tanah Abang dan Tomang bisa ditempuh dengan lancar. Sampai rumah saya bayar taksi sebesar Rp70.000,-

Padahal Jumat pagi saya sudah sedikit senang melihat lalu lintas Jakarta yang cukup lancar . Saya sempat berpikir jangan-jangan ini efek hari kejepit ini. Kamis lalu adalah hari raya Nyepi dan Jumat ini bukan cuti bersama. Saya duga banyak juga pekerja kantoran yang mengambil cuti di hari Jumat ini.  Wajar kalau Jumat pagi lalu lintas lebih lancar dibandingkan hari-hari biasa. Gara-gara melihat macet Jumat malam tadi (bukan cuma melihat tapi merasakan), saya jadi punya teori lain. Jangan-jangan gara-gara hari kejepit, banyak bos/atasan/manager/petinggi kantor yang mengambil cuti. Lalu karena atasannya cuti, karyawan (anak buahnya) banyak yang pulang cepat; semua bergegas pulang secepat-cepatnya, logis kan hal macam ini memicu macet :-p Eh tapi jangan salah…biarpun bos saya cuti & manajer saya pulang cepat, saya tetap pulang tepat waktu 😀