Libur Panjang Lagi

Mulai besok saya libur sampai tahun depan 🙂 Tanggal 27 dan 28 Desember sebenarnya kantor tetap beroperasi, tapi saya ambil cuti di dua hari tersebut. Jadi bisa terus libur sampai tahun 2008 nanti..potong jatah cuti juga nih waktu libur cuti bersama nanti.

Ah sayang malam ini saya masih berkutat di kantor client, padahal siang tadi saya sudah berharap bisa pulang ke rumah lebih cepat. Sore ini saya memasang storage lagi di Lembaga Sandi Negara di daerah Ragunan Jakarta Selatan. Seperti cerita saya tempo hari tentang Semarang, kali ini storage yang saya pasang pun mirip seperti di Semarang : Fujitsu Eternus 4000 model 300.

Dari siang saya belum pulang lagi ke kantor. Storage sukses dipasang dan dinyalakan sekitar pukul 6…Sekarang tinggal menunggu rekan saya menyeting blade server yang akan dihubungkan ke storage. Sore ini di daerah Ragunan, Cilandak hujan turun cukup deras. Beberapa jalan di Cilandak juga digenangi air. Tadi sempat makan siang dulu di Cilandak Mall. Heu…lama euy yang sedang utak-atik server. Begini nih gak enaknya kalau server-nya bukan Unix server (kalau Unix server kan pasti saya yang kerjakan :-p ) Ya sudah lah…sabar menanti sambil ngeblog dulu..

Update : pulang malam nih akhirnya, jam 1.30 pagi saya baru sampai kos 🙁

Speedy Normal Lagi

Setelah 1 minggu menunggu akhirnya semalam Speedy saya berfungsi kembali. Kemarin sore sepulang kantor ketika saya menghidupkan PC, saya cek ternyata IP yang didapat adalah IP publik (202.xxx.xxx.xxx)… ah berarti normal kembali nih Speedy-nya. Satu minggu menunggu, lima kali menelepon 147 untuk menunggu Speedy normal kembali.

Lagi pilek nih..malas ngapa-ngapain….sial gak bisa cuti 🙁

Semarang – part 3 (end)

Sore ini saya pulang ke Jakarta. Check out dari hotel pukul 12 siang. Heu..tidak ada taksi yang beroperasi siang ini. Penyebabnya seperti yang sudah saya ceritakan pada postingan sebelumnya, semua taksi berdemo menentang masuknya Blue Bird ke Semarang. Untungnya pihak hotel mau membantu mengantarkan saya dengan mobil operasionalnya…free tanpa biaya tambahan. Sampai di airport jam 1 siang, saya terpaksa menunggu di rumah makan sampai pukul 3 sore.Benar-benar membosankan, batere notebook sudah lemah membuat saya tidak bisa apa-apa. Susah mencari power outlet untuk menambah power batere. Koran Kompas 2 buah yang saya dapat dari hotel sudah habis saya baca. Jam 3 sore saya check in ke loket bandara. Jam 5 kurang 10 saya baru bisa masuk ke pesawat. Terlambat sepuluh menit dari jadwal seharusnya pukul 17.00, akhirnya berangkat juga pesawat GA243 membawa saya pulang ke Jakarta. Mendarat di Jakarta jam 6 kurang 10. Keluar bandara jam 6.20 langsung mencari taksi pulang ke kos. Ngantuk sekali rasanya, hari ini belum minum kopi plus berjam-jam menunggu membuat mata mengantuk.

Biliar di Semarang

Sulit sekali mencari tempat biliar di Semarang. Orang pertama yang saya tanya tentang lokasi tempat biliar adalah resepsionis hotel, sayang dia tidak tahu. Keluar hotel saya memilih naik taksi. Sopir taksi pun kebingungan mencarikan saya tempat biliar. Menurutnya di Semarang memang sedikit sekali tempat hiburan, diskotik pun katanya cuma 1. Si sopir awalnya cuma tahu 2 tempat, satu di jalan Diponegoro satu lagi di jalan Depok. Edan…ternyata dua-duanya sudah tutup, bangkrut. Entah saya yang di-“kadal”-i oleh si sopir atau memang benar begitu keadaannya.

Sebenarnya tadi waktu melintas di Simpang Lima saya melihat tulisan “pool” di E-plasa, jadi saya memutuskan untuk mencoba ke sana. Balik lagi ke Simpang Lima, bayar taksi, langsung naik ke kafe tadi. Di pintu bertemu petugas sekuriti, dan katanya tempat biliarnya sudah tidak ada :(( Untungnya Bapak tadi baik memberitahu saya kalau ada tempat biliar di atas gedung Ramayana yang letaknya masih di kawasan Simpang Lima, tidak jauh dari cafe tersebut. Jalan lah saya menuju Ramayana.

Di dalam Ramayana saya sudah melihat beberapa papan petujuk lokasi pool house yang namanya “Side Pocket”. Akhirnya saya main di Side Pocket yang berada di lantai 5 gedung Ramayana Simpang Lima. Gedung berlantai lima tidak ada lift :(, eskalator pun hanya berfungsi sampai lantai 4; sisanya naik tangga eskalator mati. Tempatnya cukup luas, mejanya cukup banyak, lakennya cukup licin. Sayang tidak bawa cue stick sendiri. Saya sendirian bermain dari jam setengah 9 sampai jam 10…main 9 ball sendirian. Satu setengah jam bermain kurang lebih 15 frame sendirian…cukup membuat badan berkeringat walaupun AC cukup dingin. Di sini tarif per jam untuk tiap meja cuma Rp 17000,-.

Jam 10 saya pulang. Berjalan kaki menyusuri Simpang Lima, mencari taksi yang sedang mangkal. Dapat taksinya di depan Pizza Hut. Murahnya naik taksi di sini, dari Simpang Lima ke Santika tidak sampai Rp6000,- Ya segitu lah secuplik cerita saya mencari-cari tempat biliar di Semarang malam tadi :D.

Semarang part 2

Ah selesai juga pekerjaan saya hari ini..lega rasanya. Tinggal menikmati waktu di Semarang sampai terbang kembali ke Jakarta besok sore :D. Datang di lokasi pagi ini jam 10 lebih, saya langsung mengerjakan sisa pekerjaan kemarin. Tidak ada pekerjaan fisik lagi hari ini. Server dan storage sudah di rak. Keduanya sudah terhubung melalui SAN Switch. Konfigurasi semuanya bisa dilakukan dengan duduk santai menghadapi notebook (enak kerja begini daripada angkat-angkat seperti kemarin…he..he..he..).

SAN Switch adalah sebuah switch yang memiliki port fibre optic yang berfungsi untuk menghubungkan 1 atau beberapa storage dengan 1 atau lebih server...SAN itu maksudnya Storage Area Network. Koneksi server/storage ke SAN switch menggunakan kabel fiber optic. Eh storage itu maksudnya kumpulan harddisk yang dikendalikan oleh 1 atau lebih controller. Server pasti Anda sudah tahu…ya betul…komputer; jadi sebenarnya simpel kan pekerjaan saya, menambah harddisk pada komputer =))

Semua volume sudah siap di sisi server, setting sedikit di SAN Switch, lakukan konfigurasi di server supaya mengenali volume yang dibuat di storage, jalankan setting multipath pada server dan selesai. Server sekarang memiliki tambahan eksternal harddisk dari storage. Setelah target pekerjaan selesai saya lalu mengerjakan user acceptance test (UAT) bersama dengan Pak Djainul (person in charge dari Icon+). UAT adalah dokumen yang isinya adalah beberapa check list yang harus diisi oleh client untuk membuktikan bahwa semua barang sudah diantarkan dalam keadaan baik, semua hardware dalam keadaan normal, dan semua konfigurasi sudah benar. Dokumen UAT tersebut saya buat buat Jumat malam kemarin…tinggal nyontek UAT yang sudah pernah dibuat rekan saya sebenarnya :-p.

Sambil mengisi UAT, saya juga sedikit transfer knowledge tentang server dan storage yang sedang dites. Semuanya beres sekitar pukul 3 sore. Mohon maaf bagi Pak Djainul, mas Lukman, dan mas Andre yang terpaksa menemani saya, libur akhir pekan kalian jadi terganggu. See you all next time 🙂