Semarang part 1

Kemarin pagi saya berangkat dari Jakarta ke Semarang. Berangkat pukul 7.40 dengan GA232, saya sampai di Semarang pukul 8.30. Seperti biasa keberangkatan kali ini juga untuk pekerjaan kantor; memasang server dan storage (Fujisu Primepower 450 & Fujitsu Eternus 4000). Menyebalkan memang pergi untuk urusan kantor di weekend seperti ini. Berangkat Sabtu pagi membuat saya harus sudah bangun jam 5 pagi supaya tidak ketinggalan pesawat. Padahal semalam saya baru tidur pukul 1 dini hari karena main biliar (salah sendiri ya main biliar padahal besok mau keluar kota :-p )

Sabtu ini saya bekerja di kantor client (kali ini clientnya adalah PT Icon+..salah satu anak perusahaan PLN yang bergerak dibidang IT) seharian penuh, karena itu saya jadi tidak ada waktu untuk meng-update blog ini. Sampai di hotel sudah malam, badan lelah jadi langsung mandi dan merebahkan diri di kasur.

Pagi ini jam 6 saya sudah bangun lagi, tidak tenang rasanya tidur karena masih ada pekerjaan yang belum terselesaikan malam kemarin. Minggu pagi ini saya sudah harus ke kantor client lagi untuk meneruskan konfigurasi yang belum selesai. Kemarin pekerjaan saya memasang server dan storage ke dalam rak, tinggal tahap konfigurasinya saja yang belum selesai.

Mudah-mudahan hari ini pekerjaan saya lancar dan sebelum sore hari saya sudah bisa balik lagi ke hotel. Mata masih mengantuk dan badan masih pegal-pegal gara-gara kemarin angkat-angkat server dan storage yang beratnya “wuaduh”. Untung kemarin saya dibantu oleh beberapa rekan dari Icon+ yang cukup friendly dan mau bantu saya melakukan pekerjaan yang berat-berat..ya itu tadi angkat server dan storage. Wish me luck biar saya bisa cepat membereskan pekerjaan saya. Nanti saya pasti update lagi blog ini untuk menyambung cerita yang belum selesai ini.

Oh ya tulisan ini di-posting di kantor Icon+ dengan memanfaatkan wireless access-nya :-p

Speedy & 147

Dari Senin lalu sampai tadi malam Speedy saya masih belum online juga. Entah masalahnya di mana. Di modem saya? Ah kayanya gak mungkin…saya tidak merasa pernah mengubah-ubah setting modem kok. Di komputer saya? Ah saya juga gak yakin. Senin malam saya telepon 147 mengadukan masalah ini. Saat menelepon saya tidak berharap mendapat solusi dari si customer service yang menerima panggilan saya. Saya cuma mau tahu apakah jaringan Telkom sedang ada gangguan. Kalau iya kapan beresnya?

Selasa pagi ada teknisi Telkom menelepon saya & menanyakan bagaimana kabar Speedy saya. Hmm…saya sudah di kantor nih Mas; Speedy saya masih sama…sama matinya. Saya hargai niatnya mau datang ke tempat saya, tapi gimana donk? Lah saya kan di kantor; pulang malam, kapan ketemunya kapan beresnya?

Tadi malam saya telepon lagi 147. Jawabannya tidak jauh berbeda dari kesempatan-kesempatan sebelumnya kalau saya menelepon 147. Standar, sesuai prosedur, runtut, dan tidak menyelesaikan masalah….(iya lah customer service kok wajar lah; dia kan bukan teknisi…saya ngerti itu).

Ini contoh beberapa jawaban dan pertanyaan yang seringkali saya terima kalau saya komplain masalah Speedy ke 147 :

  • Bapak sudah coba reset modemnya?

    Sudah berkali-kali Mas..kalau solusinya reset saja saya pun sudah tahu.

  • Bapak sudah coba restart komputernya?

    Sudah berkali-kali Mas..kalau solusinya restart saja saya juga sudah tahu.

  • Lampu modemnya gimana Pak nyala tidak?
  • Bapak set IPnya berapa?

Kan tadi saya sudah bilang, saya pakai DHCP…automatic gitu loh.

  • Bapak dapat IP berapa?

    Gak dapat IP publik Mas..cuma dapat IP private dari modemnya (192.168.1.2).

  • Bapak bisa ping ke 202.134.0.155 gak?

    Network beda kok mau nge-ping ke sana…mana bisa?

  • Tapi Speedy Bapak di sini kelihatan baik-baik saja Pak…

    So what kalau di sana baik-baik saja? lah saya yang pakai gak bisa connect kok…

  • Ada nomor telepon yang bisa dihubungi?

Menyebalkan…Speedy saya sampai malam tadi belum berfungsi lagi 🙁

Jakarta Hujan Lagi

Semalaman Jakarta diguyur hujan terus menerus. Dari sekitar jam 10 hujan sudah turun, sampai sekarang hampir jam 8 pagi. Awet sekali hujannya, meskipun sesekali mereda tetap saja hujan tidak kunjung berhenti. Semalam air sudah masuk ke teras rumah. Got di jalan depan rumah sudah penuh. Sudah dua hari ini hujan mulai turun di Jakarta. Wah jadi ingat Februari kemarin, banjir besar di Jakarta akibat hujan turun semalaman. Mudah-mudahan hujan semalam ini tidak memicu banjir lagi di Jakarta.

Speedy di rumah sedang gangguan dari kemarin. Padahal saya mau baca Detik.com, mau tahu situasi Jakarta setelah diguyur hujan semalaman. Speedy sampai pagi ini masih eror, terpaksa menggunakan Telkomnet Instan lagi untuk menulis postingan ini. Bernostalgia dengan Telkomnet Instan 😀 sekarang online dengan kecepatan 53,2 Kbps (teorinya sih…yah lumayan lah daripada lumanyun)

Hampir jam 8 tapi saya masih di rumah :-p. Hmm..bagaimana caranya saya berangkat ke kantor ya. Mau jalan keluar naik bis, genangan air dimana-mana (campur malas juga hujan-hujanan). Pagi ini saya mau berangkat ke kantor pun terhambat. Dari tadi saya berniat ke kantor dengan taksi. Tak satu kalipun saya bisa menelepon BlueBird. Jalur telepon BlueBird sibuk semua. Sudah dari jam setengah 7 saya telepon tidak ada yang mengangkat. Ngeblog dulu deh. Bosan juga dari tadi berkali-kali menelepon taksi.

Bagaimana pengalaman Anda pagi ini? Mengalami macet kah? Atau malah kendaraan Anda mogok gara-gara genangan air dimana-mana?

Mengusir Kantuk dengan Kopi

Semalam saya baru sampai rumah jam 2.30 (bukan semalam berarti ya, tadi pagi maksudnya :-p ) Sama seperti Jumat lalu, saya main biliar lagi. Hmm semalam selama main biliar pikiran saya tidak lepas karena ada memori di otak saya yang terus memberi alarm kalau besok saya harus bangun pagi untuk urusan kantor. Niatnya pulang tidak terlalu larut, tapi niat tinggal niat 😀

Pagi ini saya bangun jam 8, itu pun sudah dibangunkan oleh orang rumah. Dengan mata masih terasa “pedas” karena mengantuk, saya segera keluar kamar. Ah biasanya saya langsung menyeduh kopi, sayang pagi ini saya kehabisan stok kopi. Terpaksa saya keluar dulu ke warung beli sebungkus Kapal Api. Minum kopi panas pagi ini cukup untuk mengusir kantuk saya. Kalau tidak karena urusan kantor pagi ini mungkin saya masih terlelap. Sabtu-sabtu masuk kantor bukan hal yang menyenangkan bagi saya…yang membuat saya masih bisa tersenyum hanyalah bayangan uang lemburan yang bisa saya dapat kalau saya masuk di hari Sabtu begini :))

Segelas kopi habis diminum, saya bergegas mandi (tidak lupa menggosok gigi). Ya mudah-mudahan hari ini pekerjaan saya menginvestigasi matinya salah satu server Sun Fire V245 bisa berjalan lancar. Dugaan sementara server ini mengalami over temperature. Sebenarnya kejadiannya hari Minggu lalu, server ini tiba-tiba mati mendadak..tanpa jejak alarm, warning, dsb. Lihat potongan alarm yang muncul dengan perintah prtdiag ini :

-------------------------------------------------------------
Led State:
-------------------------------------------------------------
Location              Led                   State       Color
-------------------------------------------------------------
MB                     ACT                   on          green
MB                     LOCATE                off         white
MB                     SERVICE               on          amber
MB                     PSFAIL                off         amber
MB                     OVERTEMP              on          amber
MB                     FANFAIL               off         amber
PS0                    SERVICE               off         amber
PS0                    DC_OK                 on          green
PS0                    AC_OK                 on          green
PS1                    SERVICE               off         amber
PS1                    DC_OK                 on          green
PS1                    AC_OK                 on          green
MB/HDDBP/HDD0          SERVICE               off         amber
MB/HDDBP/HDD0          OK2RM                 off         blue
MB/HDDBP/HDD1          SERVICE               off         amber
MB/HDDBP/HDD1          OK2RM                 off         blue
MB/HDDBP/HDD2          SERVICE               off         amber
MB/HDDBP/HDD2          OK2RM                 off         blue
MB/HDDBP/HDD3          SERVICE               off         amber
MB/HDDBP/HDD3          OK2RM                 off         blue
---------------------------------------------------------------

Mesin SUN tidak punya tools yang lebih baik daripada mesin-mesin Fujitsu yang biasa saya tangani. Akibatnya ya begini, kelabakan mencari penyebab gangguan. Ya sudah lah saya kerja dulu…wish me luck!

(Lah ngomongin kopi kok malah lari ke server..dasar masih ngatuk sih jadi gak konsisten tulisannya =)) )

Reog Berdemo

Pagi ini Kedubes Malaysia (di Rasuna Said – Kuningan) diramaikan oleh puluhan orang seniman reog. Bukan karena tuan rumah punya hajatan tapi karena para seniman reog memprotes klaim Malaysia atas kesenian reog. Beberapa mobil transmisi stasiun televisi juga sudah siap meliput demo tersebut. SCTV dan Lativi yang saya lihat sudah mengirim krunya ke sana.

Mungkin Anda belum tahu bahwa beberapa hari belakangan beredar isu bahwa Malaysia sudah menyatakan bahwa kesenian reog adalah kesenian milik bangsa Malaysia. Gila juga Malaysia…main klaim seenaknya kesenian negara orang lain. Sudah lagu Rasa Sayange, sekarang kesenian reog…besok entah apalagi yang akan diklaim. Mungkin nanti gamelan diklaim sebagai milik rakyat Malaysia, atau tari Kecak yang diserobot juga..maka siap-siap deh para seniman (atau warga yang daerahnya punya kesenian menarik) untuk datang ke Jakarta mendemo Kedubes Malaysia besar-besaran. Eh tapi kalau mau datang ke Jakarta demonya malam-malam saja ya; kalau pagi-pagi sudah demo macet nih….

Ya…ini ceritanya adalah tadi saya cukup lama terjebak macet di Kuningan. Niat hati dari Sudirman menghindari kemacetan Semanggi eh malah terjebak macet di Kuningan. Padahal cuma mau ke tol dalam kota saja, itu kan dekat sekali dari kantor saya…eh malah jadi lama. Saya melintas di Kuningan kurang lebih pukul setengah 11 pagi ini.

Saya masih ingat, dari SD selalu saja ada materi pelajaran yang menyebut-nyebut kalau reog adalah salah satu kesenian tradisionil Indonesia. Reog terkenal dari daerah Ponorogo (Jawa Timur). Cirinya ada orang yang memakai topeng besar dengan jambul raksasa menyerupai kipas (belakangan saya baru tahu kalau itu adalah representasi dari burung merak). Ah, mungkin anda sudah tahu apa itu reog jadi saya tidak usah cerita lagi tentang seperti apa reog itu. mode ngeles, padahal karena gak tahu persis detil ceritanya =))