The Only One

Sudah 3 hari ini saya lagi senang mendengarkan lagunya Lionel Richie : “The Only One”. Yang belum tahu lagunya coba saja dengarkan di sini. Kemarin sempat search lirik lagunya di Google; akhirnya dapat liriknya dari sini. Seperti ini liriknya :

Let me tell you now
All thats on my mind.
For a love like yours.
Is oh, so very hard to find.
Ive looked inside myself.
Now Im very sure.
There can only be, you for me.
I need you more and more….
(chorus)
You, turned me inside out and you showed me.
What life was about.
Only you, the only one that stole my heart away.
I wanna do all I can, just to show you.
Make you understand.
Only you, the only one that stole my heart away.

When youre in my arms.
When Im close to you.
Theres a magic in your touch.
That just comes shining through.
Want you everyday.
Want you every night.
There can only be, you for me.
You make it seem so right.
Oh, girl, cause…..

(chorus)
You, turned me inside out and you showed me.
What life was about.
Only you, the only one that stole my heart away.

In my mind, theres no other love.
Youre the only girl my heart and soul is thinking of.
Only you, only me.
There can never ever be another.
That understands the way that I feel inside,
Cause….

(chorus)
You,turned me inside out and you showed me.
What life was about.
Only you, the only one that stole my heart away.
Yeah, you, turned me inside out and you showed me
What life was about.
Only you, the only one that stole my heart away.

(you stole my heart away)
You stole it. (you stole my heart away)
Only you, the only one that stole my heart away.
Yeah you, (you stole my heart away)
Oh you stole it, ( you stole my heart away)
Only you, the only one that stole my heart away.
You stole my heart away.
Stole it, (you stole my heart away)
Only you baby, the only one that stole my heart away

Taken from = http://www.lyricsfreak.com/l/lionel+richie/the+only+one_20083850.html

Selera jadul? Biarin lah…enak kok lagunya :-p Saya memang suka beberapa hitsnya Lionel Richie seperti Stuck on You, Trully, Three Times A Lady, Endless Love, Angel, dan juga yang tadi saya bilang The Only One. Kalau Anda suka lagu-lagu yang slow mungkin Anda bisa suka juga dengan lagu-lagunya Lionel Richie.

Biliar di Hasyim Ashyari

Semalam saya pergi main biliar di Kemakmuran Biliar. Tempatnya di Jalan Hasyim Asyari (entah mana yang benar penulisannya Hasyim Asyari atau Hasyim Ashari?) . Baru pertama kali saya main di tempat ini. Itu juga atas ajakan beberapa rekan Indo Bilyar (tepatnya atas ajakan Ferry “bos cue” Danuarta). Biasanya kami main di Batavia Sport (jalan Panjang). Berhubung ingin mencari suasana baru, kami pindahan sementara main di Kemakmuran.

Yang spesial dari tempat ini adalah mejanya yang bagus, kain laken mejanya super licin, dan ban pinggir meja benar-benar berfungsi. Perlu sedikit penyesuaian bermain di meja yang licin seperti ini. Kelebihan tenaga bisa membuat bola menggelinding jauh tidak seperti yang diinginkan. Selain itu lubang di meja ini relatif lebih kecil, cocok sekali untuk latihan biliar.

Yang kurang spesial dari tempat ini adalah akustik ruangan yang kurang bagus. Keramaian orang di sekitar 12 meja tidak teredam dengan baik. Suasana jadi terasa hingar bingar. Orang auditori seperti saya cukup terganggu dengan suasana ramai seperti ini. Tapi setelah jam 12, ketika pengunjung lain satu per satu pulang, musik berubah jadi menyenangkan bagi saya. Yang diputar lagu-lagu jazzy..ada Michael Bubble 🙂 Yang senang main biliar di tempat bermusik kencang (macam di Roxy Pool House) pasti kurang senang karena katanya lagu jazzy bikin ngantuk.

Oh ya saya baru tahu ternyata dulunya jalan Hasyim Asyari itu bernama jalan Kemakmuran. Pantas tempat ini disebut orang sebagai KONI Kemakmuran. Katanya di tempat ini juga ada tempat khusus untuk Pelatnas biliar. Namun setelah POBSI pindah ke Senayan tempat ini jadi tidak terlalu difungsikan sebagai Pelatnas. Tempatnya kalau tidak salah dekat Gereja Bunda Hati Kudus. Tempat ini juga tidak terlalu jauh dari pertigaan jalan Gajah Mada.

Semalam saya dan rekan-rekan berhenti main dan pulang ketika jam sudah menunjukkan setengah 3 pagi 🙂 Tapi masih banyak juga orang yang bermain di sana (sepertinya anggota klub biliar yang ada di sana). Konon yang sering main di Kemakmuran Biliar itu, banyak juga yang sering main sampai pagi..sampai tukang bubur di depan mulai berjualan =)) Gila…pantas jago-jago mainnya, semalam suntuk latihan…

Masalah Pulsa Isi Ulang Flexi

Semalam seorang rekan minta tolong diisikan pulsa Flexinya. Lembar kartu isi ulang itu saya gosok lalu saya isikan dengan cara menelepon #99. Di ujung telepon, mesin penjawab memandu saya mengisikan pulsa isi ulang. “Masukan 14 digit kode voucher dan akhiri dengan tanda #“, seperti itu kira-kira. Betapa kagetnya saya waktu suara mesin di sana menjawab “maaf nomor yang Anda panggil salah“. Baru pernah saya alami gangguan saat mengisi pulsa Flexi.

Ah mungkin saya yang salah mengetikkan kode pulsa isi ulang. Saya ulangi lagi prosesnya, telepon #99, tekan 1, lalu ketik 14 kode pulsa plus tanda #. Gagal lagi. Sialan…saya coba cara kedua. Cara kedua adalah menekan *99*<kode_pulsa># lalu tekan tombol Call. Cara ini pun malah memunculkan pesan “Kode voucher yang Anda masukkan salah“. Sedang ada gangguan kah layanan Telkom Flexi malam ini?

Segera saya menelepon ke 147. Customer service yang menerima malam tadi namanya Eko. Setelah bercerita tentang masalah saya mengisi pulsa isi ulang, Eko meminta saya memberitahu nomor Flexi dan nomor seri dari lembar pulsa isi ulang (nomor yang ada di bawah barcode). Setelah menunggu beberapa saat Eko memberitahu saya bahwa nomor seri pulsa isi ulang yang saya beli belum terdaftar di Telkom. Katanya, Telkom mempunyai rekanan yang mengurusi pencetakan dan pendistribusian lembaran pulsa isi ulang untuk Telkom Flexi Trendy. Kemungkinannya adalah rekanan Telkom tadi belum mendaftarkan nomor-nomor pulsa isi ulang tadi ke kantor Telkom…ini versi Eko. Masuk akal juga analisisnya. Eko menyarankan saya untuk menukarkan kembali lembar pulsa isi ulang yang saya pegang ini ke tempat penjualnya. Jelas usul ini saya tolak. Alternatif lain menurut Eko, saya bisa mendatangi Plasa Telkom terdekat untuk minta diaktifkan pulsa yang sudah dibeli ini.

Walah….saya sungguh heran atas kejadian ini. Kok bisa-bisanya ada lembar pulsa yang belum terdaftar kok sudah dirilis ke pasar. Ini kan menyusahkan pengguna Flexi.

Duri Bandeng Sialan

Gara-gara sarapan ikan bandeng goreng, sampai sekarang kerongkongan saya masih terasa sakit sampai malam ini. Sepertinya ada duri ikan yang “nyangkut” di kerongkongan. Tiap kali menelan ludah, baru terasa sakit. Orang biasanya menyarankan makan saja sekepal nasi putih supaya durinya terbawa dan segera tertelan. Tapi sepertinya saran itu tidak berhasil pada saya hari ini. Duri bandeng sialan…enaknya gak seberapa tapi menjengkelkan juga rasanya seharian.

Pecel, Hujan, & Macet

Apa hubungannya pecel, hujan, dan macet? Ketiganya memang tidak ada hubungannya, kecuali kalau hujan Jakarta pasti tambah macet 🙂 . Ini cuma cerita tentang kegiatan saya siang ini. Siang ini saya pergi ke Serpong untuk instal sesuatu di mesin Fujitsu Primepower 1500 milik salah satu client kantor saya. Mungkin cerita tentang instalasi ini bukan hal yang menarik untuk dituliskan.

Mungkin lebih menarik kalau saya menuliskan pengalaman saya makan pecel madiun di daerah Serpong. Atas rekomendasi rekan saya, kami makan siang di rumah makan Pecel Madiun. Tempatnya di Jl. Ciater Barat Raya Rawabuntu BSD, Serpong – Tangerang.

Tempatnya asik sekali untuk duduk-duduk melepas lelah sambil makan. Dari jalan raya, tidak nampak keramaian rumah makan, keramaian pengunjung pun tidak tampak. Tahu kenapa? Karena parkiran mobilnya berada di dalam kompleks rumah makan itu. Rumah makan ini cukup luas, parkiran mobil yang cukup padat mungkin bisa dijadikan indikator bahwa rumah makan ini cukup terkenal. Kompleks ini ditanami banyak pohon, dari pohon rambutan, pohon jeruk, pohon lamtoro, dll. Tanah lapang dengan rumput tertata rapi di tengah kompleks. Kita bisa memilih dimana kita akan makan, bisa makan di bangun utama rumah makan, bisa di tengah-tengah lapangan di bawah tenda-tenda, atau di pendopo-pendopo (pendopo atau bungalow ya namanya :D) di tengah lapangan…asri sekali pemandangan di tempat ini. Ada pendopo yang dilengkapi dengan meja dan kursi, ada juga pendopo yang cuma dilengkapi dengan meja (silakan duduk lesehan). Tadi saya memilih duduk di bawah tenda, cukup teduh karena tepat di bawah pohon rambutan.

Menunya standar saja sebenarnya nasi pecel, empal daging, paru goreng, tahu/tempe bacem, dll. Harganya memang tidak mahal, sepiring nasi pecel (nasi, pecel sayur, peyek kacang) cuma Rp10.000,- (sayang nasinya terlalu sedikit 🙁 ). Rasanya cukup enak…layak direkomendasikan. Walaupun siang ini pengunjung yang makan cukup ramai tapi suasananya tetap terasa “sepi”, cocok untuk meeting atau sekadar ngobrol sambil makan siang. Mungkin ini pengaruh dari luasnya tanah lapang sehingga suara dari pengunjung lain cepat terbawa angin,..he..he.. 😀 Tapi sayang jauh euy dari Jakarta.

Pulang dari Serpong sekitar pukul 13.00 lalu lintas tol Jakarta Merak padat apalagi mendekati Slipi…wuih, macet…..Saat sampai di Kebon Jeruk hujan mulai turun. Di radio diberitakan Jakarta dilanda hujan badai, pohon tumbang dimana-mana. Memang betul macet…begitu keluar di Tomang, Slipi menuju Semanggi benar-benar padat…belum lagi di Slipi sudah dibangun jalur busway. Tadi saya juga melihat di dekat Jakarta Design Centre ada juga pohon tumbang entah ada korban atau tidak. Mudah-mudahan tidak ada korban.

Nah begitu kira-kira ceritanya….jelas kan hubungannya sekarang antara pecel, hujan, & macet. Pulang makan pecel, kena macet gara-gara hujan =))