Tulisan Tangan

Di blognya hari ini, Pak Budi Raharjo bercerita tentang kendalanya untuk menulis di iPad atau ponsel Android. Memang betul perlu kesabaran sendiri untuk berlatih menulis di perangkat semacam iPad. Saya sendiri mengalaminya, tulisan tangan saya di iPad masih belum selancar & sebagus hasil tulisan tangan di kertas. Saya sendiri di iPad menggunakan aplikasi Penultimate untuk membuat catatan dengan tulisan tangan di iPad:

20130422-185914.jpg

Saya sangat jarang menulis catatan dengan tulisan tangan seperti gambar di atas. Saya lebih senang mengetiknya di laptop. Tulisan tangan saya pakai biasanya bila sedang menjelaskan sesuatu pada orang lain, lebih mudah membuat diagram, flow atau coret-coretan dengan stylus. Dengan aplikasi Penultimate tadi, setelah selesai menjelaskan sesuatu saya bisa simpan coretan-coretannya (di simpan dalam aplikasi Evernote) atau mengirimkannya via email ke orang yang bersangkutan.

Menulis di layar kaca seperti ini sangat tergantung pada stylus yang dipakai. Stylus yang dipakai harus ringan & kecil ujungnya, saya beli di Kaskus stylusnya. Masih belum sepresisi hasil tulisan menggunakan stylus seperti Jot Flip.

 

Tebak Logo

20130331-122704.jpg

Kekuatan sebuah merek salah satunya terletak pada logonya, atau sebaliknya? Merek yang sudah terkenal gampang diingat logonya? Dari gambar di atas, ada berapa logo produk yang bisa Anda kenali?

Saya baru menemukan game menarik di iPhone yaitu LogosQuiz. Game ini menantang kita untuk mengenali logo dari produk-produk terkenal. Dari logo produk makanan, mobil, teknologi, sampai ke fashion brand ada semua di situ. Misalnya logo ini :

20130331-122721.jpg

Logo merek mobil BMW ini cukup mudah untuk dikenali.

20130331-122744.jpg

LogosQuiz ini tersedia gratis di App Store. Tersedia juga versi lengkapnya dengan harga Rp19000,-. Ada beberapa level dalam game ini, makin tinggi levelnya makin tidak familiar logo-logo yang ditampilkan. Tapi disediakan “hints” juga untuk membantu kita mengenali logo ybs. Hints didapat  setelah kita sukses menebak beberapa logo. Hints juga dapat dibeli sebagai tambahan paket dengan harga mulai dari Rp9500,- .

Komitmen Posting Di Blog

Tahun 2013 ini saya mulai coba rajin menulis lagi di blog ini. Memiliki komitmen 1 tulisan per hari memang tidak mudah. Sampai hari ini sudah ada hutang 7 hari tanpa posting. Biasanya saya bayar dengan menuliskan beberapa tulisan dalam sehari. Kendala utama sebenarnya bukan soal waktu. Tapi buntu ide, cape otak. Apalagi kalau kerjaan sedang banyak-banyaknya.

Jaman teknologi internet mobile sudah makin gampang & gadget (smartphone, tablet) sudah menjadi keseharian, bohong rasanya kalau alasan malas blogging adalah tidak ada waktu. Paling tidak itu berlaku untuk saya. Masih ada waktu untuk utak-atik ponsel, tapi tetap tidak gampang untuk memposting sesuatu di blog. Banyak ide yang ada memerlukan waktu lebih untuk menuliskannya secara baik, runut, dan sistematis. Dan ini tidak bisa dituliskan sembari jalan di ponsel.

Email Signature

Hal pertama yang saya lakukan bila menambahkan akun email di perangkat mobile adalah menghapus signature standar bawaan aplikasinya. Apa terjemahan yang lebih pas untuk “signature”? Rasanya kurang pas kalau menggunakan terjemahan “tanda tangan”.

Blackberry misalnya biasanya default signature-nya diset dari provider seperti ini :

20130326-195620.jpg

iPhone lain lagi, iPhone menggunakan default “Sent from my iPhone” seperti ini :

20130326-195553.jpg

Sama halnya dengan perangkat Android, tapi saya lupa persisnya apa default signature yang dipakai di Android.

Banyak orang mungkin tidak menyadari signature yang ada di gadget-nya. Mungkin cuma saya yang kurang kerjaan mengurusi hal sepele macam itu. Saya pribadi agak risih bila mencantumkan dari perangkat mana saya mengirimkan email. Saya lebih memilih untuk menggunakan signature yang lebih umum seperti “regards” atau sejenisnya.

Tapi katanya signature semacam itu berguna untuk memberitahu penerima email bahwa yang mengirimkan email sedang tidak berada di depan komputer sehingga harap maklum bila balasan emailnya singkat saja. Ada juga yang mengatakan signature seperti tadi menjadi semacam permohonan maaf atas “ketidaksopanan” membalas email dengan jawaban yang pendek. Untuk soal sopan tidaknya, saya kurang mengerti alasan ini. Tidak ada salahnya membalas email dengan pendek kan? Kadang ada waktunya balasan email yang diperlukan hanya sekadar konfirmasi & tidak perlu panjang bertele-tele.

Bagaimana dengan Anda? Apa isi signature email di perangkat bergerak Anda saat ini?